‘Ngelem’, Sarana Pelarian Anak Jalanan


Lem perekat merupakan sarana pelarian yang sangat mudah didapat karena keberadaannya legal (sebagai lem) di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan penyalahgunaan lem sangat cepat, terutama di kalangan anak jalanan.

Jika kita sering melihat anak-anak jalanan yang sedang memasukan salah satu tangannya ke dalam baju, lalu mendekatkannya ke hidung, bisa jadi anak tersebut sedang menghirup lem perekat. Keberadaan anak-anak yang sedang teler akibat lem ini dapat kita jumpai di bawah jembatan atau di pojokan-pojokan perempatan lampu merah. Anak – anak ini cenderung tidak tahu dampak yang bisa ditimbulkan akibat lem ini. Mereka hanya tahu merasa senang setelah melakukannya, mereka merasakan efek euphoria seperti ‘fly”, ‘happy’, dan bebas dari masalah.

Anak jalanan meniti nasib hidupnya berdasarkan dua nilai, yaitu kebebasan dan pengakuan. Namun kebanyakan masyarakat dan pemerintah melihatnya dari sisi yang terlalu naif. Bahwa kehadiran ‘bunga-bunga trotoar’ itu merusak keindahan kota dan mengganggu kenyamanan pengendara lalu lintas. Seringkali mereka mendapat perlakuan kasar dan tidak baik dari petugas Satpol PP.

Karena keberadaan mereka yang cenderung diremehkan dan dianggap mengganggu, mereka berusaha mencari kekuasaan sendiri, kebebasan yang telah terbatasi oleh kemiskinan dan deraan hidup, karena kehidupan yang miskin ini menyebabkan anak-anak jalanan memilih lem perakt sebagi solusi menghilangkan stress dan tekanan hidup.

Inhalansia merupakan zat yang dihirup dari lem perekat tersebut. Zat ini memiliki sifat adiktif sehingga membuat penggunanya terus menerus ingin menghirupnya. Zat lain yang terkandung dalam lem perekat adalh Lysergic Acid Diethyilamide (LSD). Pertamakali dibuat secara sintetis pada 1940-an untuk menghilangkan hambatan yang merintangi pada kasus kejiwaan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s