Ketergantungan Narkoba


Sering kali setiap pengguna narkoba kerap terjangkit suatu ketergantungan terhadap narkoba itu sendiri, sehingga dia tidak dapat melepaskan diri dari narkoba. Adiksi ini merupakan suatu kondisi ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perubahan perilaku bagi orang yang mengalaminya. Dalam adiksi, ada dorongan dan tuntutan bagi si pengguna narkoba untuk terus menerus mengkonsumsi narkoba, disertai dengan peningkatan dosis setiap kali pemakaiannya. Ini terjadi terutama setelah terjadinya ketergantungan secara fisik dan psikis serta terdapat juga ketidakmampuan untuk mengurangi atau menghentikan diri untuk menggunakan narkoba walaupun sudah berusaha demikian keras.

Seseorang yang mengalami adiksi akan menujukan tanda-tanda berikut ini:

1)    Adanya proses Toleransi

Pengguna membutuhkan zat tertentu dalam jumlah yang semakin meningkat, untuk dapat mencapai keadaan fisik dan psikologis seperti pada waktu mereka mulai merasakannya.

2)    Adanya gejala putus zat (withrawl syndrome)

Pengguna akan merasakan gejala fisik dan psikologi yang tidak nyaman apabila penggunaanya dihentikan. Akan muncul perasaan tidak nyaman, resah, gelisah dan fisik akan menjadi tidak sehat seperti sakit, mata berair, lemas, diare muntah-muntah dan lain-lain.

Setelah gejala-gejala tersebut, pada akhirnya akan membuat tubuh mengalami penurunan berat secara drastis dan  akan menimbulkan ketergantungan pada narkoba serta terjadinya gejala komplikasi medik. Secara psikologis, gejala ini ditandai dengan munculnya perasaan malu, rasa bersalah, curiga, tidak aman, marah, tidak percaya diri, cemas, emosi tidak terkontrol, gangguan kpribadian, tidak toleran, mengalami penolakan dan halunisasi.

Selain berdampak pada kondisi fisik dan psikologisnya, adiksi ini juga akan membuat penggunanya  mengalami perubahan pada perilakunya. Dalam kehidupan sosial, orang yang menggunakan narkoba akan cenderung menutup diri dari pergaulan, suka lari dari kenyataan hidup, sengat hidup yang rendah, berperilaku anti sosial, egois dan mulai berhalusinasi mengenai realita yang terjadi di dunia nyata.

Adiksi ini mempunyai karaktakteristik yang harus kita kenali. Menurut Roger & Mc.Millins (1991) mengatakan kalau adiksi dapat digolongkan sebagai suatu penyakit yang memiliki kriteria sebagai berikut:

1      Adiksi merupakan penyakit primer dimana tidak diperlukan suatu kondisi awal untuk membuat seseorang menjadi pecandu narkoba.

2      Kronis

Penyakit adiksi ini merupakan kondisi yang berulang kali kambuh dan akan terus menghinggapi pengguna narkoba untuk seumur hidupnya. Yang dapat mendorong dirinya untuk tidak mengkonsumsi narkoba adalah dukungan dari lingkungannya sendiri, adaptasi sikap sesuai dalam menghadapi masalah ini dan komitmen pribadi yang harus muncul dari diri si penggunanya itu sendiri.

3      Progresif

Penderita akan mengalami kondisi dimana kondisi fisik dan psikologisnya akan menjadi semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu .

4      Potential Fatal

Kondisi yang mengharuskan si penderita mendapatakan pertolongan secara medis karena kalau tidak akan dapat menimbulkan akibat yang serius mulai dari komplikasi medis yang serius, gangguan jiwa hingga yang terburuk yakni kematian.

sumber:Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s