Penyakit Bagi Pecandu Narkoba


Ilustrasi Pecandu Narkoba

Narkoba, sesuatu yang sudah taka asing di telinga kita. Pecandu maupun tidak telah mengenal dan paham dengan zat adiktif ini, mulai dari dampak, efek, dan sebagainya. Narkoba telah dilarang si seluruh penjuru dunia, kecuali untuk kebutuhan medis dan kedokteran. Jika narkoba disalah arti serta disalah gunakan maka dampak buruk akan menyerang dan hinggap dalam tubuh dan psikologis kita. Narkoba yang digunakan tak hanya berdampak terhadap penampilan fisik pemakai saja

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang kerap mengintai para pecandu narkoba yaitu:

1. HIV AIDS
Pengguna narkoba suntik diketahui turut menyumbang peningkatan jumlah orang yang terinfeksi HIV AIDS, hal ini karena sebagian besar pengguna narkoba menggunakan jarum suntik secara bergantian dan juga melakukan hubungan seksual yang tidak aman serta berganti-ganti pasangan.

Umumnya seseorang tidak menyadari jika dirinya terinfeksi HIV karena sebagian besar tidak bergejala, sehingga rentan menularkan pada orang lain. Namun saat sistem kekebalan tubuhnya makin menurun maka mulai muncul gejala dan terkadang sudah masuk ke tahap AIDS.

2. Hepatitis B dan C
Selain HIV, penyakit hepatitis B dan C juga banyak dialami oleh pengguna narkoba suntik. Virus hepatitis B dan C ditularkan lewat darah yang bisa berasal dari saling tukar jarum suntik oleh IDU (Injection drug user), serta alat tato yang tidak disteril. Umumnya seseorang tidak menyadari jika ia terinfeksi penyakit ini hingga kondisinya semakin parah bahkan bisa menjadi sirosis serta kanker hati.

3. Kemampuan kognitif menurun

Hampir semua narkoba bisa berdampak buruk bagi otak dan kemampuan kognitifnya, seperti ekstasi yang membuat orang kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama, tidak mampu berpikir, ekstasi membuat sulit konsentrasi, ganja menyebabkan gangguan persepsi dan berpikir, serta shabu yang menyebabkan gangguan saraf.

4. Gangguan pada hati (liver) dan ginjal
Seperti diketahui kedua organ ini berfungsi menyaring dan mengeluarkan racun-racun yang ada di dalam tubuh. Namun pada pengguna narkoba proses penetralan dan pengeluaran racun dari dalam tubuh ini menjadi terganggu, sehingga hati dan ginjal harus bekerja lebih keras yang membuatnya berisiko mengalami gangguan atau rusak.

Risiko ini bisa dialami oleh semua pengguna narkoba terutama pemakai ekstasi, heroin, kokain yang memicu gagal ginjal, serta shabu-shabu.

5. Gangguan paru-paru dan pernapasan

Untuk Narkoba yang dihirup dalam barang oplosan itu seringkali ditemukan zat tertentu yang sebenarnya tidak boleh masuk atau terhirup ke dalam tubuh sehingga dapat mengganggu paru-paru serta pernapasan.

6. Gangguan Jiwa
Pecandu narkoba dalam jangka waktu panjang akan memicu zat-zat kimia yang terkandung dalam barang haram tersebut untuk membuat ‘ulah’. Dengan cara merusak dan merangsang kelainan perilaku, seperti berhalusinasi, ilusi, dan gangguan cara berpikir yang memicu gangguan kejiawaan.

7. Infeksi Seksual
Para ahli mengemukakan pendapatnya bahwa penguna narkoba lebih rentan terkena infeksi menular seksual akibat sering berganti pasangan serta cenderung melakukan hubungan seks yang tidak aman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s