Gangguan Medis Bagi Pemakai Heroin


Heroin

Salah satu jenis narkoba (narkotika dan obat-obatan) yang sering digunakan pemakai adalah heroin. Jika zat ini digunakan dalam jangka waktu panjang, maka ada komplikasi medis yang mengintai.

Para ahli mengungkapkan konsekuensi medis dari penyalahgunaan heroin kronis termasuk pembuluh darah yang luka atau rusak, infeksi bakteri pada pembuluh darah dan katup jantung, serta kerusakan organ tubuh lainnya seperti hati dan ginjal.

Berikut ini beberapa gangguan medis lain yang bisa mengintai pemakai heroin, seperti dikutip dari About.com, yaitu:

1. Komplikasi paru termasuk berbagai jenis radang paru dan TBC (tuberculosis) yang bisa dihasilkan dari kondisi kesehatan pelaku yang buruk maupun dari heroin yang dihirupnya.

2. Kerusakan organ paru-paru, hati, ginjal maupun otak akibat banyaknya zat adiktif dalam perjalanan heroin tersebut termasuk bahan yang tidak mudah larut dan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah.

3. Infeksi atau kematian sel di organ vitalnya, serta reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap kandungan heroin yang menyebabkan arthritis atau masalah rheumatologic lainnya.

4. Risiko kesehatan dari berbagi alat suntik atau cairan yang bisa menyebabkan infeksi hepatitis B dan C, HIV serta sejumlah virus lainnya.

Namun dampak kesehatan yang paling serius dari penyalahgunaan heroin adalah kematian akibat mengalami overdosis. Hal ini karena heroin adalah obat ilegal yang kadang suka dicampur dengan bahan lain dan si pemakai tidak pernah tahu bagaimaan heroin yang murni.

Heroin seringkali dicampur dengan gula, pati obat kina dan terkadang dengan zat lain yang beracun sehingga meningkatkan potensi bahaya. Kondisi ini membuat pemakai tidak tahu apa isi sebenarnya dan pengguna berada pada risiko besar overdosis serta kematian.

Efek lain yang berbahaya dari penggunaan heroin adalah sifatnya yang sangat adiktif. Seiring waktu, pengguna heroin mengembangkan toleransi yang mengharuskannya mengonsumsi dosis lebih tinggi lain untuk mencapai efek yang sama.

Namun jika ia mencoba untuk berhenti konsumsi heroin, maka ada gejala penarikan (withdrawal) yang ekstrem dialami. Gejala-gejala ini mencapai puncaknya antara 48-72 jam setelah menghentikan penggunaan dan bisa bertahan hingga seminggu, gejalanya meliputi:
1. Keinginan kuat untuk mendapatkan heroin
2. Gelisah
3. Nyeri otot dan tulang yang kadang sakit sekali
4. Muntah
5. Keringat dingin dan badan terasa dingin.

Sumber: healt.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s