Bahaya Dextro


Dextro

Dextromethorphan atau sering di singkat Dextro/DMP, adalah obat batuk “over the counter” (OTC) yang disetujui penggunaannya pertama kali pada tahun 1958 .
OTC artinya dapat di beli secara bebas, tanpa resep .
Walaupun demikian, obat ini hanya boleh dijualdi toko obat berizin.

DMP atau Dextromethorphan Hydrobromide adalah senyawa sintetik yang terkandung dalam berbagai jenis obat batuk yang bersifat antitussive untuk meredam batuk .
Ciri khas obat batuk yang mengandung DMP ini biasanya di beri label “DM” .
Meskipun ada dalam bentuk murni, DMP biasanya berupa bentuk kombinasi .
Artinya, dalam satu tablet, selain DMP juga terdapat obat lain seperti parasetamol (anti nyeri anti demam), CTM (anti histamin), psuedoefedrin/fenil propanolamin (dekongestan), atau guafenesin .

Manfaat utama DMP adalah menekan batuk akibat iritasi tenggorokan dan saluran napas bronkhial, terutama pada kasus batuk pilek .
Obat ini bekerja sentral, yaitu pada pusat batuk di otak .
Caranya dengan menaikkan ambang batas rangsang batuk .
Sebagai catatan, beberapa obat batuk lain bekerja langsung di saluran napas .
Untuk mengusir batuk, dosis yang di anjurkan adalah 15 mg sampai 30 mg yang d imi num 3 kali sehari . Dengan dosis sebesar ini, DMP relatif aman dan efek samping jarang terjadi .

Obat ini banyak di salah gunakan dan di konsumsi remaja untuk mabuk .
Kasus mengkonsumsi obat dosis tinggi jenis Dextro untuk mabuk sudah merambah di daerah daerah, sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk pemilik apotek .
Pelajar bisa membeli Dextro karena harganya murah dan sangat mudah di beli di apotek-apotek .
Hingga kini, obat dextro bebas beredar di daerah daerah, tanpa ada tindakan pengawasan baik dari pemerintah setempat maupun dinas kesehatan .

Penyalahgunaan DMP sering terjadi .
Penyebabnya, selain murah, obat ini juga relatif mudah di dapat .
Bentuk penyalahgunaannya antara lain adalah konsumsi dalam dosis besar (berpuluh-puluh butir) atau mengkonsumsi nya bersama alkohol atau narkoba .
Pada keadaan overdosis, terjadi berbagai macam efek samping .
Terjadi stimulasi ringan pada konsumsi sebesar 100-200 mg; euforia dan halusinasi pada dosis 200-400 mg; gangguan penglihatan dan hilangnya koordinasi gerak tubuh pada dos is 300-600 mg, dan terjadi sedasidisosiatif (perasaan bahwa jiwa dan raga berpisah) pada dosis 500-1500 mg .

Gejala lain yang terjadi akibat overdosis DMP adalah bicara kacau, gangguan berjalan, gampang tersinggung, berkeringat, dan bola mata berputar- putar (nistagmus) .
Penyalahgunaan sediaan kombinasi malah berefek lebih parah .
Komplikasi yang timbul dapat berupa peningkatan tekanan darah karena keracunan pseudoefedrin, kerusakan hati karena keracunan parasetamol , gangguan saraf dan sistem kardiovaskuler akibat keracunan CTM.
Alkohol atau narkotika lain yang telan bersama DMP dapat meningkatkan efek keracunan dan bahkan menimbulkan kematian .

http://sabilz52.heck.in/bahaya-dextromethorphan.xhtml

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s