Mengapa Remaja Penasaran Penyalahgunaan Narkoba???


MENGAPA REMAJA PENASARAN,,,,?

Rasa ingin tahu yang tinggi, keinginan menentang otoritas dan mencoba hal yang baru yang membawa “kenikmatan” dan resiko tersendiri adalah ciri dari gejolak remaja yang membuat mereka rentan dalam soal Narkoba. Remaja sebagai thriil-seekers dan risk-taker baru juga memiliki kemampuan bertahan rendah untuk melampaui ketidakstabilan emosi dan mental dalam memfasilitasi gejolak – gejolak baru sehingga lebih mudah terjerumus. Mengapa rasa ingin tahu remaja seringkali melampaui nalar mereka? Apa yang membuat resiko mereka mengambil keputusan untuk berbuat sesuatu yang bersiko tinggi?

sebuah teori pengambilan keputusan yang dicetuskan oleh Rosenstock (1974) kemudian memberikan pandangan tentang hal ini. Teori ini menyatakan bahwa sebuah keputusan untuk berbuat sesuatu ditentukan oleh besarnya niat (motivasi) yang melatar belakangi keputusan tersebut. Niat ini tidak terlalu terpengaruh oleh pertimbangan nalar atau analis untuk mengukur faktor untung rugi sebuah tindakan tertentu. Niat juga tidak terlalu dipengaruhi oleh persepsi terhadap pengguna narkoba yang menciptakan sikap tertentu yang dibarengi dengan adanya “barang” dan tekanan/ persetujuan dari lingkungan/teman.

Tekanan dan persetujuan teman sebaya menjadi faktor pentingnya pemicu niat tersebut diatas. Mereka yang memang “berniat” untuk misalnya. mencoba rokok, akan cenderung mencari lingkungan perokok pada saat dia pertama kalinya ingin mencoba merokok. Hal ini lebih banyak terjadi ketimbang si perokok baru “dipaksa” lingkungannya untuk mencoba rokok ! Hal ini membuktikan bahwa mereka yang tidak ada niat untuk merokok tidak akan jadi perokok walaupun main atau berada di lingkungan perokok. Begitu juga dengan mereka yang berniat mencoba “menyalahgunakan narkoba”.  Niat plus dinamika persepsi, sikap dan lingkungan sosial inilah yang bermutasi menjadi sebuah kehendak dalam mengambil keputusan.

Sementara itu, yang menarik adalah sebuah hasil penelitian terhadap anak – anak muda yang TIDAK memakai Narkoba di Indonesia tahun 2005. Penelitian ini menekukan bahwa alasan utama mereka tidak memakai narkoba adalah karena meraka tidak mau kehilangan penghargaan dari orang tua dan tidak mau kehilangan harga dirinya. ini adalah faktor diri sendiri yang sangat kuat ( yang dikenal sebagai faktor protektus alami ) yang perlu dikembangkan untuk melawan faktor resiko dari lingkungan dan teman sebaya ( Colondam 2007:64 )

BNN: Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s